Home » Tutorial Android » Tips Membeli Tablet Untuk Anak Kecil Balitra

Tips Membeli Tablet Untuk Anak Kecil Balitra

Tips Membeli Tablet Untuk Anak Kecil Balitra Sebelum membaca lebih lanjut mari kita saling berkenalan, perkenalkan saya Dary Pradipta admin dan sekaligus penulis konten di blog ini, blog ini sebenarnya sudah sangat lama sekali dibuatnya sekitar tahun 2010 an, namun admin lupa terlalu sibuk dengan blog lainnya jadi blog yang satu ini terbengkalai, namun untuk kali ini admin akan fokus untuk mengupdate di blog ini. Tapi sebelumnya admin mau jujur kalo beberapa artikel dari blog ini isinya copas, karena menurut admin Copas Untuk berbagi Ilmu kenapa tidak ? Sekian basa basi dari saya, terimakasih banyak sudah berkunjung ke blog ini.
Ingin beli tablet buat si kecil, perhatikan empat hal ini. Tablet buat anak sudah banyak tersedia di pasar global, beberapa vendor menyediakan Tablet yang berlayar 7 inci yang dikemas untuk anak-anak. 
Namun sebelum niat Kamu membelikan tablet untuk anak terpenuhi, kami sarankan untuk meninjau ulang dengan memastikan empat hal berikut: 
1. Gadget sama dengan “Investasi”.
Mengapa disebut investasi, karena perangkat ini akan mendorong si anak untuk berbuat lebih dari apa yang telah ia lakukan sekarang. Bisa positif, bahkan bisa negatif. Investasi seperti apa? “Investasi” akan belajar bertanggung jawab, meningkatkan kemampuannya terhadap teknologi, mengasah kepekaannya untuk bekerja cepat, memicu kreativitasnya lewat platform digital, dan berderet lagi “investasi” dalam konteks pembelajaran. Jika begitu adanya, maka gadget akan bernilai lebih, fungsinya semakin bertambah. Bahkan uang yang Kamu kucurkan kelak akan tak seberapa nilainya.
Terus gali dan lihat peran gadget demi mengasah kemampuannya. Mungkin dari sini, si kecil timbul hasrat untuk menjadi seorang pembuat game, menjadi pilot karena gemar main game simulator terbang, dan banyak lagi. Jika cenderung negatif, sebaiknya pikir ulang.
2. Kebutuhan atau Keinginan si Anak.
Rayuan si kecil kadang amat dahsyat sehingga menggoyahkan Kamu. Apalagi bila ia mendapat tekanan dari peer group yang mayoritas sudah punya iPad ataupun tablet merk lain. Menggali jawaban kepadanya, apakah keinginan memiliki gadget baru sampai tahap keinginan atau kebutuhan. Kamu lah yang bisa membuat definisi dua hal ini. Keinginan masih bisa ditangguhkan. Proses untuk mencapai memiliki gadget bisa dilakukan dengan mengumpulkan uang sakunya yang toh kelak akan Anda tambahi. Iming-iming hadiah untuk sebuah prestasi boleh juga.
Namun jika sudah di tahap butuh, Kamu harus siap keluar uang. Namun harus ada perjanjian antara Kamu dan Si kecil. Misalnya biarkan ia membuat list kebutuhan. Dengan begitu Kamu bisa menilai, oh ya ia amat butuh atau sebaliknya, ah itu sih masih bisa ditunda karena bisa dilakukan di perangkat lain. Pastikan bahwa kebutuhan tersebut mencakup minimal 2 hal, yaitu untuk membantu proses belajar dan mengisi waktu luang dengan bermain.
3. Siapkan Biaya Tambahan
Membeli tablet atau gadget, artinya Kamu sudah mulai pula menyiapkan tambahan biaya untuk penggunaan. Misalnya, akses jaringan 3G, mungkin harus beli modem Wi-Fi, agar tak layar tak tergores mesti siapkan pelapis layar atau protektor. Jika si kecil ingin kustom dengan gayanya, maka sediakan lagi biaya beli aksesori. Makin banyak hal ia temui, maka bukan tak mungkin kian bertambah biaya yang harus disediakan. Jumlahnya barang kali sedikit demi sedikit, namun tetaplah Kamu harus siap antisipasi.
4. Awas Lupa Diri
Salah satu yang paling dikhawatirkan oleh orang tua adalah peran gadget demikian tinggi, sehingga akan mengurangi atau bahkan memotong berbagai aktivitas yang selama ini justru jadi momentum kebersamaan. Misalnya, lupa makan malam di meja makan bersama-sama, tak mau lagi berkunjung ke saudara karena asyik bermain. Lupa diri pula dengan segaa sesuatu yang sudah menjadi kewajiban si kecil, seperti belajar, mengerjakan tugas dan lain-lain. Maka, perlu ada komitmen antara orang tua dengan anak. Termasuk komitmen untuk menjaga gadget-nya, membersihkan, menyimpan dengan benar.